Monday, 20 March 2017

Pernah Rasa Kau Tak Guna Dalam Komuniti Terdekat Kau? (eg; friends and families)

I watched a video from facebook published by Omeleto, I think, about a young boy commit suicide because of a text message.

He was bullied by his classmate, since elementary school til high school. However, when he was in high school, he exploded. 

To be short and nice, he received a text message from his classmate that mentioned; why not you put your gun on your head and get off from this world? 

And he reply; Don't worry, i won't see you tomorrow.

Eventually, he really did it.

His mother received a lot of letters from his friend, families and relatives, how the boy do matter to some people out there.

I repeat, the boy do MATTER to someone out there.

He just feeling he doesn't matter to anyone.

I was so touched

=======================================
I do feel the same, in some times. I feel I am not matter to people around me. To my family and friends.

But here, I found a very good tips to overcome this kind of feeling. You won't commit suicide, or at least your heart won't commit suicide.

Believe me, there's a lot of people out there will recognize you, will remember you, and will love you as well. 

Whenever the closest people lost faith to you, go out meet other people, meet strangers. Help them, talk to them, give them your love, and you will get it back somewhere.

This is how I build my confidence, and energize me back to continue my life journey. I believe there's a lot of people need me. Maka berbaktilah !

Remember this sentence; you do matter to someone out there. you do matter.

Thursday, 25 February 2016

Si Pengait di Zaman Imam Ahmad Bin Hanbal

Ustaz saya bagi cerita. I found this is interesting, especially for a crocheter like me. Happy reading !

°°°°°••●●●●●●○○○○●●●●●●••°°°°°

Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin bertanya.

“lmam, saya adalah seorang perempuan yang sudah lama kematian suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk membesarkan anak-anak saya, saya mengait benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan bekerja sebagai sebagai buruh kasar dikesempatan masa yg ada.

Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan mengait benang itu saya lakukan apabila  bulan terang.”

Imam Ahmad rahimahullah mendengar dengan serius percakapan perempuan tadi. Perasaannya tersentuh mendengar ceritanya yang menyayatkan hati.

Beliau yang memiliki kekayaan lagi dermawann sebenarnya telah tergerak hati untuk memberi bantuan sedekah kepada wanita itu, namun ia tangguhkan dahulu hasratnya karena ingin mendengar semua ucapan si ibu tadi.

Si ibu tadi meneruskan cerita katanya...“Pada suatu hari, ada satu rombongan  kerajaan telah berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlah yang amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa pengetahuan mereka, saya segera mengait benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.

Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?

Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu?

Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan wang negara, dan tentu ianya adalah wang rakyat.”

Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang rosak akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin lagi fakir.

Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”

Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut.  Basyar Al-Hafi rahimahullah adalah Gabenor yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jawatannya yg tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sehingga adik kandungnya sendiri pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata,
“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk mengumpul kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menyalahguna wang negara serta menyusahkan rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, lbu. sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari celahan jilbabmu jauh lebih mulia jika dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.

Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil sulaman itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan kewangan negara…”

Kemudian Imam Ahmad rahimahullah melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silakan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, nescaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”.

Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Rasulullah, beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ

“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.”
(Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)

Friday, 12 February 2016

Oreo Pie

Cuti 4 bulan ni, sahabat sahabat masing masing dengan kerjanya: ada yang mereput, ada yang bekerja, ada yang pergi kelas kemahiran, tak kurang juga yang stay di kampus ber event.

Ada sahabat saya buat oreo pie, tapi saya tak pernah try la x) huhu. Beliau dah list dah cara pembuatannya. Selamat mencuba :)
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Oreo Pie

🍪Bahan
1. Oreo - 4 paket
2. Butter - ¾ bar
3. Cream cheese - 2 bar
4. Whipped cream - 1 botol kecil
5. Coklat - 1 bar besar
6. Gula aising - 1 cawan

🔨Cara penyediaan

Layer A:
1. Hancurkan 2 paket oreo hingga halus
2. Panaskan butter hingga cair
3. Masukkan butter ke dalam oreo dan gaul hingga sebati
4. Letakan Layer A ke dalam bekas (sederhana kecil tapi tinggi)
➖➖➖➖➖➖➖➖
Layer B & C:
1. Campurkan cream cheese, whipped cream (secukup rasa) dan gula aising
2. Gaul hingga sebati dan bahagi kpd dua bahagian, B dan C
➖➖➖➖➖➖➖➖
Layer B:
1. Hancurkan 1 paket oreo hingga halus
2. Masukkan oreo ke dalam adunan tadi dan gaul hingga sebati
3. Letakkan Layer B ke atas Layer A
➖➖➖➖➖➖➖➖
Layer C:
1. Cairkan coklat dengan cara 'double boil' (macam kukus)
2. Campurkan coklat cair ke dalam adunan tadi dan gaul hingga sebati
3. Letakkan oreo (tidak hancur) ke atas Layer B sebelum letakkan Layer C
4. Taburkan oreo yg dihancurkan dgn kasar ke atas adunan
5. Masukkan ke dalam peti sejuk (bukan freezer) paling kurang 2 jam

p/s: 1) bahan² mudah dicari di pasaraya besar
2) jangan terkejut dgn harga, nak sedap kenalah melabur sikit